BAHAN AJAR
NON-CETAK
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah:
“PENGEMBANGAN BAHAN AJAR”
Semester
II / Tahun 2014
Dosen
Pengampu : Tri Sukitman, M.Pd
![]() |
Disusun
oleh:
Anis
Fadhilah
13862061A000106
KELAS II-C
PROGRAM
STUDI PGSD
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN
GURU REPUBLIK INDONESIA
Jl.
Trunojoyo Gedungan Sumenep
TAHUN
AKADEMIK 2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Allah SWT,
yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat
pada waktunya yang berjudul “Bahan Ajar Non-Cetak“.
Makalah
ini disusun dengan tujuan memenuhi tugas kelompok mata kuliah “Pengembangan Bahan Ajar”.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih terdapat
banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi yang jauh
dari kesempurnaan, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu
kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan
imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat
menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.
Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
Sumenep,
April 2014
Penulis
DAFTAR ISI
|
KATA
PENGANTAR .....................................................................................
|
i
|
|
DAFTAR ISI ...................................................................................................
|
ii
|
|
BAB I
PENDAHULUAN ...............................................................................
|
1
|
|
A. Latar Belakang.................................................................................
|
1
|
|
B.
Rumusan
Masalah.............................................................................
|
1
|
|
C.
Tujuan Masalah ................................................................................
|
1
|
|
BAB 2 PEMBAHASAN ................................................................................
|
2
|
|
A.
Pengertian Bahan Ajar Non-Cetak ..................................................
|
2
|
|
B. Kelebihan dan Kekurangan Bahan
Ajar Non-Cetak ........................
|
2
|
|
C. Macam-macam
Bahan Ajar Non-cetak ............................................
|
2
|
|
1.
Bahan Ajar Dengar (Audio) ......................................................
|
2
|
|
2.
Bahan Ajar Pandang Dengar (Audio Visual) ............................
|
3
|
|
3.
Bahan Ajar Multimedia Interaktif (Interactive
Teaching Material)
...................................................................................
|
3
|
|
BAB 3 PENUTUP .........................................................................................
|
6
|
|
3.1
Kesimpulan ............................................................................
|
6
|
|
3.2
Saran
......................................................................................
|
6
|
|
DAFTAR
PUSTAKA
......................................................................................
|
7
|
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Belajar
mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai
interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Interaksi yang bernilai
edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk
mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran yang
dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara
sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.
Fungsi media pendidikan dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya sekedar alat
peraga bagi guru, melainkan pembawa pesan-pesan informasi dan pesan-pesan
pembelajaran yang dibutuhkan peserta didik.
Seiring
kemajuan zaman, pendidikan dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang
terbaik sesuai dengan situasi dan kondisi pemakainya. Penyampaian pembelajaran
secara verbalistis dinilai kurang efektif dalam menangani proses pembelajaran.
Sehingga dengan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang maka siswa dapat
menikmati pembelajaran dengan lebih dinamis dan menyenangkan.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari bahan ajar non-cetak ?
2. Apa
saja kelebihan dan kekurangan dari bahan ajar non-cetak ?
3. Apa
saja macam-macam bahan ajar non-cetak ?
C.
Tujuan
- Untuk mengetahui pengertian dari bahan ajar non-cetak.
- Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari bahan ajar non-cetak.
- Untuk mengetahui macam-macam bahan ajar non-cetak.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Bahan Ajar Non-Cetak
Bahan Ajar (teaching material)
adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Dikmenjur mendefinisikan bahan
ajar adalah Seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan
sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan
pembelajaran. Jenis-jenis bahan ajar diantaranya ialah bahan ajar cetak dan
bahan ajar non-cetak.
Bahan ajar non-cetak adalah segala
bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan
kegiatan pembelajaran yang dituangkan dalam teknologi non-cetak.
B.
Kelebihan
dan Kekurangan Bahan Ajar Non-Cetak
Kelebihan
bahan ajar non-cetak secara umum adalah :
1.
Dapat menampilkan kombinasi antara gambar dengan gerakan.
2.
Dapat menggabungkan semua unsur media seperti teks, video, animasi, image,
grafik, sound menjadi satu kesatuan
penyajian.
3.
Memanfaatkan keunggulan komputer (diigital media ataupun teknologi jaringan
atau computer network).
4.
Memanfaatkan teknologi multimedia, sehingga suasana pembelajaran menjadi
menarik, tidak membosankan dan pada akhirnya memotivasi siswa untuk belajar
mandiri.
5.
Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat
diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dan dimana saja bila yang
bersangkutan memerlukannya.
6.
Memanfaatkan pertukaran data (Information
sharing) yang secara interaktif dapat dilihat setiap saaat di komputer.
Kekurangan bahan ajar non-cetak secara umum adalah :
1. Membutuhkan alat yang
lengkap untuk
menggunakannya.
2. Membutuhkan
biaya yang relatif mahal untuk pengadaaan alat bahan ajar non-cetak.
3. Penggunanya
harus mempunyai skill yang sesuai
dengan bahan ajar yang digunakan.
4. Adanya
virus yang akan membuat file hilang.
C.
Macam-Macam
Bahan Ajar Non-Cetak
1.
Bahan Ajar Dengar (Audio)
Audio
adalah sesuatu yang berkaitan dengan indra pendengar, dimana pesan yang
disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (kedalam
kata-kata atau bahasa lisan) maupun non verbal (musik, instrumen, dsb). Program
audio dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran individual, berkelompok, maupun
massal. Tetapi pembelajaran yang menggunakan bahan ajar dengar akan kurang
efektif jika didalam sekolah tersebut dihadapkan dengan peserta didik yang
mengalami gangguan pada pendengarannya. Karena peserta didik yang mengalami
gangguan tersebut akan sangat merasa kesulitan dalam mengikuti pelajaran dengan
cara mendengar dan memahami. Beda halnya dengan peserta didik yang normal atau
tidak mengalami gangguan dalam pendengarannya, maka peserta didik tersebut bisa
mengikuti pelajaran dengan mudah khususnya ketika guru menggunakan bahan ajar
dengar.
Dalam
pembelajaran individual misalnya dimanfaatkan pada mata pelajaran Bahasa Inggris
dimana sekarang banyak dijual program belajar bahasa secara mandiri melalui
program audio (yang umumnya dilengkapi dengan bahan cetak seperti buku).
Penggunaan program audio untuk pembelajaran individual sangat ideal karena
pengguna atau siswa dapat mengatur kecepatan belajarnya sendiri. Seperti halnya
jika kita mendengarakan lagu dari suatu kaset, siswa dapat memutar kasetnya
kapan saja, serta dapat mengulang-ulang (rewind) atau mempercepat (fast
forward) pemutaran kaset sesuai dengan kebutuhannya. Adapun untuk
pembelajaran massal dan berkelompok, manfaat audio juga sangat signifikan.
Sebagai contoh misalnya digunakan dalam ceramah massal melalui radio, ataupun
pembelajaran yang dikontrol dari pusat kelas.
Karakteristik audio adalah memiliki unsur yang dapat
menghasilkan bunyi atau suara. Adapun jenis-jenis audio adalah :
a.
Pita audio (rol atau kaset)
b.
Piringan audio
c.
Radio (rekaman siaran)
Dalam pembelajaran apapun, program
audio memiliki tiga peran penting, antara lain :
a.
Untuk memberi ilustrasi yang lebih “hidup” sehingga dapat membuat
pembelajaran menjadi lebih jelas dan tidak membosankan.
b.
Untuk menjadi pemicu belajar dengan teknik tertentu. Misalnya untuk
pengajaran cara berdebat dengan memperdengarkan rekaman dua orang sedang
berdebat, untuk pengajaran cara melakukan kritik dengan memperdengarkan rekaman
suatu diskusi yang bersifat kritis, dan sebagainya.
c.
Sebagai alat pembelajaran utama, yaitu memperdengarkan uraian/ceramah tentang
keseluruhan materi yang diajarkan. Misalnya pada pengajaran massal yang
diberikan melalui siaran radio ataupun melalui rekaman program audio yang
disebarkan secara luas.
Adapun langkah-langkah umum dalam
penggunaan media audio sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut :
a. Langkah persiapan. Beberapa hal yang harus
diperhatikan adalah :
1) Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran.
2) Kesesuaian dengan materi yang akan disampaikan.
3) Situasi dan kondisi siswa.
b. Langkah Penerimaan
Dalam langkah ini, diharapkan guru
dan siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan mendengarkan secara seksama. Guru
dapat mencatat hal-hal penting, kata-kata baru dan kata-kata sulit yang
nantinya berguna sebagai refleksi di akhir pelajaran. Bagi siswa juga dapat
melakukan kegiatan seperti membuat pertanyaan, ringkasan materi, dsb.
c. Kegiatan lanjutan
Kegiatan ini dapat dilakukan dengan melakukan refleksi
dan tanya jawab antar guru dengan siswa. Sekaligus bisa dilakukan penugasan
terhadap siswa berhubungan dengan materi yang disampaikan.
2.
Bahan Ajar Pandang Dengar (Audio Visual)
Alat-alat audio visual adalah alat-alat “audible” artinya dapat didengar dan
alat-alat yang “visible” artinya
dapat dilihat. Alat-alat audio visual gunanya untuk membuat komunikasi menjadi
lebih efektif. Diantara alat-alat audio visual itu termasuk video, film
bersuara, televisi dll. Sebagai media pembelajaran dalam pendidikan dan
pengajaran, media audio visual mempunyai sifat sebagai berikut :
a. Kemampuan untuk meningkatkan persepsi.
b. Kemampuan untuk meningkatkan pengertian.
c. Kemampuan untuk meningkatkan transfer (pengalihan)
belajar.
d.
Kemampuan untuk memberikan penguatan (reinforcement)
atau pengetahuan hasil yang dicapai.
e. Kemampuan untuk meningkatkan retensi (ingatan).
Karakteristik media audio visual
adalah memiliki unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai
kemampuan yang lebih baik, karena meliputi dua jenis media yaitu media audio
dan visual. Macam-macam media audio visual dibagi menjadi dua yaitu film suara
dan video/VCD/DVD.
a.
Film suara
Secara singkat apa yang telah dilihat pada sebuah film, vidio, ataupun
televisi hendaknya dapat memberikan hasil yang nyata kepada siswa. Film yang
baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1)
Sesuai dengan tema pembelajaran.
2)
Dapat menarik minat siswa.
3)
Benar dan autentik.
4)
Up to date dalam setting, pakaian dan
lingkungan.
5)
Sesuai dengan tigkat kematangan siswa.
6)
Perbendaharaan bahasa yang benar.
b.
Video
Media video merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film.
Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam
bentuk VCD.
Beberapa keuntungan yang di dapat
jika bahan ajar disajikan dalam bentuk video/film, antara lain :
1) Dengan
video/film seseorang dapat belajar sendiri.
2) Sebagai
media pandang dengar video/film menyajikan situasi yang komunikatif dan dapat
diulang-ulang.
3) Dapat
menampilkan sesuatu yang detail dari benda yang bergerak, kompleks, yang sulit
dilihat dengan mata.
4) Video
dapat dipercepat maupun di perlambat, dapat di ulang pada bagian tertentu yang
perlu lebih jelas, dan bahkan dapat diperbesar.
5) Memungkinkan
pula untuk membandingkan antara dua adegan berbeda diputar dalam waktu
bersamaan.
6) Video
juga dapat digunakan sebagai tampilan nyata dari suatu adegan, mengangkat suatu
situasi diskusi, dokumentasi, promosi suatu produk, interview, dan menampilkan satu percobaan yang berproses.[1]
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan audio visual
untuk pembelajaran yaitu :
1)
Guru harus mempersiapkan unit pelajaran terlebih dahulu, kemudian baru
memilih media audio-visual yang tepat untuk mencapai tujuan pengajaran yang
diharapkan.
2)
Guru juga harus mengetahui durasi media audio-visual misalnya dalam bentuk
film ataupun video, dimana keduanya yang harus disesuaikan dengan jam
pelajaran.
3)
Mempersiapkan kelas, yang meliputi persiapan siswa dengan memberikan
penjelasan global tentang isi film, video atau televisi yang akan diputar dan
persiapan peralatan yang akan digunakan demi kelancaran pembelajaran.
4)
Aktivitas lanjutan, setelah pemutaran film atau video selesai, sebaiknya
guru melakukan refleksi dan tanya jawab dengan siswa untuk mengetahui sejauh
mana pemahaman siswa terhadap materi tersebut.
Beberapa Kelebihan atau kegunaan media audio visual
pembelajaran yaitu :
1)
Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam
bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka).
2)
Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti :
a) Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas,
gambar, film bingkai, film atau video.
b) Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film
bingkai, film atau gambar.
c) Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat
dibantu dengan time line atau high speed photografi.
d) Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa
ditampilkan lagi lewat rekaman film,video, film bingkai, foto maupun secara verbal.
e) Konsep yang terlalu luas (gunung merapi, gempa bumi,
iklim dll) dapat di visualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dll.
Pengajaran audio visual juga mempunyai beberapa
kelemahan yaitu :
a. Media audio visual tidak dapat digunakan dimana saja
dan kapan saja, karena media audio visual cenderung tetap di tempat.
b. Biaya pengadaannya relative mahal.
c. Apabila guru tidak mampu berpartisipasi aktif maka
siswa akan cenderung menikmati visualisasi dan suaranya saja.
3.
Bahan Ajar Multimedia Interaktif (Interactive
Teaching Material)
Bahan
Ajar Interaktif (interactive teaching material) merupakan kombinasi
dari beberapa media baik audio, gerak, grafik, gambar, animasi dan video yang
dalam proses pembelajaran dimanfaakan atau diperlakukan untuk mengendalikan
suatu perintah dalam proses pembelajaran. Seperti CD-interaktif, film interaktif,
tanya jawab/diskusi, selain itu dapat berupa bahan ajar interaktif diskusi
lingkungan/pelajaran diluar kelas praktek dari sebuah materi tertentu.[2]
Cd-interaktif adalah Program interaktif
yg dibuat untuk menyampaikan informasi penting dimana user dapat menavigasikan
program tersebut.[3] Contoh
gambar dari CD-interaktif sebagai berikut:
Gambar 1.1 CD-interaktif
Contoh
dari bahan ajar multimedia interaktif adalah model pembelajaran yang berbasis
WEB (e-learning). Model pembelajaran
berbasis webside dirancang dengan mengintegrasikan pembelajaran berbasis web
dalam program pembelajaran konvensional tatap muka. Proses pembelajaran
konvensional tatap muka dilakukan dengan pendekatan Student Centered Learning (SCL), yaitu kerja kelompok. Model ini
menuntut partisipasi siswa yang tinggi, dan sekalipun teknologi web
memungkinkan pembelajaran dilakukan secara virtual penuh, akan tetapi
kesempatan tersebut tidak dipilih. Interaksi satu sama lain dibutuhkan untuk
dapat berkomunikasi secara langsung dan tatap muka masih dibutuhkan.[4]
Jenis
bahan ajar non-cetak yang lain diantaranya adalah OHP dan komputer. OHP (Overhead Projector) merupakan jenis
perangkat keras yang sangat sederhana, terdiri atas sebuah kontak dengan bagian
atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan transparansi.[5]
Contoh gambar OHP sebagai berikut:
![]() |
Gambar 1.2 OHP
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari pemaparan diatas dapat diambil
kesimpulan bahwa bahan ajar non-cetak adalah segala bentuk bahan yang digunakan
untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang
dituangkan dalam teknologi non-cetak.
Kelebihan bahan ajar non-cetak secara umum adalah dapat menampilkan
kombinasi antara gambar dengan gerakan, dapat menggabungkan semua unsur media
seperti teks, video, animasi, image, grafik, sound menjadi satu kesatuan penyajian, memanfaatkan keunggulan
komputer (diigital media ataupun teknologi jaringan atau computer network, memanfaatkan teknologi multimedia, sehingga
suasana pembelajaran menjadi menarik, tidak membosankan dan pada akhirnya
memotivasi siswa untuk belajar mandiri, menggunakan bahan ajar yang bersifat
mandiri (self learning materials)
disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan
dan dimana saja bila yang bersangkutan memerlukannya, dan memanfaatkan
pertukaran data (Information sharing)
yang secara interaktif dapat dilihat setiap saaat di komputer.
Kekurangan bahan ajar non-cetak secara umum adalah membutuhkan
alat yang lengkap untuk menggunakannya, membutuhkan biaya yang relatif mahal
untuk pengadaaan alat bahan ajar non-cetak, penggunanya harus mempunyai skill yang sesuai dengan bahan ajar yang
digunakan, dan adanya virus yang akan membuat file hilang.
Macam-macam bahan ajar non-cetak diantaranya adalah bahan ajar dengar (audio),
bahan ajar pandang dengar (audio visual),
multimedia interaktif (interactive
teaching material). Jenis-jenis audio diantaranya adalah pta audio (rol
atau kaset), piringan audio, radio (rekaman siaran). Dan macam-macam media
audio visual adalah film suara
dan video/VCD/DVD. Sedangkan contoh dari bahan ajar multimedia
interaktif adalah model pembelajaran yang berbasis WEB (e-learning).
B.
Saran
Untuk menanggulangi kekurangan dari bahan ajar
non-cetak yaitu guru harus menyediakan fasilitas yang lengkap untuk menunjang
bahan ajar non-cetak, guru harus mempunyai skill yang sesuai dengan bahan ajar yang
digunakan. Skill tersebut bisa guru
peroleh dari membaca buku mengenai bahan ajar non-cetak, belajar dari guru
senior, atau kursus, guru juga harus memiliki anti virus di komputernya,
menduplikasi file, dan mengupload di
internet sebagai antisipasi apabila file
yang memuat bahan ajar non-cetak hilang karena terkena virus, dan sekolah harus mengalokasikan dana untuk pembelian alat bahan
ajar non-cetak.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zainal. 2012. Pengembangan Pembelajaran Aktif dengan ICT.
Yogyakarta: Scripta
http://downloadgratisarea.blogspot.com/2012/10/jenis-bahan-ajar.html.
Diakses hari kamis. 10 April 2014.
http://portal-tik.blogspot.com/2013/10/download-contoh-cd-interaktif-ips-smp.html.
Diakses hari kamis. 15 Mei 2014.
http://yuni_yuven.blog.undip.ac.id/2012/05/23/strategi-menyiapkan-bahan-ajar/.
Diakses hari kamis. 10 April 2014.
Prastowo, Andi. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Tematik.
Yogyakarta: DIVA Press
[1]
http://downloadgratisarea.blogspot.com/2012/10/jenis-bahan-ajar.html. Diakses hari kamis.
10 April 2014. 10:12
[2] http://yuni_yuven.blog.undip.ac.id/2012/05/23/strategi-menyiapkan-bahan-ajar/.
Diakses hari kamis. 10 April 2014. 10:12
[3]
http://portal-tik.blogspot.com/2013/10/download-contoh-cd-interaktif-ips-smp.html. Diakses hari kamis.
15 Mei 2014. 10:12
[4] Andi
Prastowo. 2013. Pengembangan Bahan Ajar
Tematik. Yogyakarta: DIVA Press. hlm: 83

